Kamis, 08 Oktober 2015
desa kaligangsa
desa kaligangsa nampak sunyi mencekam jelang malam. apalagi sejak adanya kematian misterius yang menghantui warganya membuat warga makin ketakutan. Kematian yang selalu sama membuat warga desa pun menduga bahwa ini adalah ulahnya. Hal ini membuat tiap malam desa kaligangsa selalu sunyi senyap,tak ada yang berani meronda setelah 2 orang warga desa yang terkenal berani dan cukup tangguh jaga malam, esoknya meninggal dengan cara yang sama. Meninggal hanya tinggal tengkorak yang bau anyir darah.
tapi rupa nya hal itu tak berlaku pada malam jumat kliwon kali ini. Balai desa yang biasa nya sunyi mencekam dan gelap justru ramai oleh beberapa warga desa dan juga terang yang disinari oleh beberapa pelita. Paijo,lurah desa kaligangsa nampak disana dan juga aryo sang menantu pak lurah. Mereka semua mengelilingi seseorang,seorang laki-laki berusia lanjut berambut putih yang memakai baju hitam. Beberapa gelang dari akar pepohonan nampak di tangan dan kaki nya.
"jadi kau mengaku salah pak lurah" kesunyian balai desa di pecahkan oleh suara laki-laki tersebut. Suara nya yang berwibawa dan tatapan mata nya yang tajam membuat paijo,lurah desa kaligangsa tak berkutik. "benar ki madrim,aku mengaku salah."dengan suara lemah paijo membuat pengakuan. Pengakuan pak lurah membuat beberapa warga desa bisik-bisik dan balai desa itu pun ramai oleh suara gaduh. Namun semuanya kembali tenang ketika ki madrim mengangkat tangannya."sukurlah kau mau mengaku salah pak lurah. Hal ini membuatku mantap dan tak ada ganjalan untuk menghadapi perempuan itu. Perlu kau ketahui pak lurah dan juga semua yang ada disini."kata ki madrim sambil mengedarkan pandangannya ke seluruh ruang."sebenarnya seluruh bencana yang menimpa desa kalian ini karena ulah kalian sendiri,terutama karena ulahmu pak lurah."ki madrim mengakhiri pembicaraannya sambil menatap tajam pak lurah. Pak lurah hanya menunduk saja karena memang bersalah. Akh,kalo saja ia tak menuruti nafsu tentu desa yang ia pimpin tak akan mengalami bencana. Tapi harga dirinya berontak. tidaaak,ini semua adalah salahmu larasati,teriaknya dalam hati.
larasati adalah kembang desa kaligangsa. Hal ini membuat banyak pemuda tergila-gila pada nya. salah satunya adalah paijo. Ia memang langsung jatuh cinta pada pandangan pertama pada larasati. Sayangnya cintanya bertepuk sebelah tangan karena larasati lebih memilih trisno yang merupakan sahabatnya sendiri. Trisno yang tahu bahwa sahabatnya jatuh cinta pada larasati berusaha mengalah. Tapi sayang,larasati yang sudah jatuh hati pada nya tak mau dengan paijo. Lebih baik aku jadi perawan seumur hidup daripada kawin dengannya,begitu tegas larasati pada trisno ketika suatu saat trisno mengutarakan maksudnya agar larasati kawin dengan paijo. Trisno yang pada dasarnya cinta pada larasati pun akhirnya luluh lantas mereka berduapun menikah. Hal ini membuat paijo sakit hati dan bertekad merebut larasati pada suatu saat.
perkawinan trisno dan larasati lancar saja selama puluhan tahun karena mereka saling mencintai. Sayang hal itu berubah ketika suatu wabah penyakit menyerang desa kaligangsa. Wabah ini membuat warga desa menderita penyakit yang mengerikan. Jika kena maka dalam beberapa hari akan mati setelah demam beberapa hari. Hal ini dimanfaatkan oleh paijo dengan baik. "Ini adalah penyakit santetnya trisno. Ayo ganyang dia biar penyakit hilang dari desa kita."hasut paijo pada penduduk desa. Penduduk desa yang mendengar hal itu pun marah. Tanpa dikomando mereka mengeroyok trisno. Trisno yang memang tak tahu apa-apa akhirnya mati dengan mengenaskan karena di keroyok oleh penduduk. Melihat saingannya mati maka paijo yang masih cinta pada larasati pun segera merayu nya. Sayang bukan cinta sang janda yang didapat tapi malah sebuah kutukan. Aku tahu ini perbuatanmu paijo. Aku pasti akan membalas dendam padamu dan penduduk desa. Kalian akan mati mengerikan,begitu larasati mengutuk dan setelah itu diapun menghilang.
aneh bin ajaib,begitu trisno mati maka desa kaligangsa pun berangsur-angsur pulih kembali. Penyakit menular hilang dan desa pun kembali tentram. Paijo sendiri terasa tak percaya karena ia memang hanya menghasut saja. Para penduduk desa pun senang dan mereka akhirnya mengangkat paijo menjadi lurah menggantikan lurah lama yang juga ikut mati terkena penyakit sayang ketenangan itu hanya beberapa tahun karena desa kaligangsa kembali diteror. Kali ini bukan penyakit menular lagi tapi penduduk desa yang mati mengerikan. Mereka mati menjadi tulang belulang berlumuran darah setelah rumah mereka kejatuhan bola api."ini pasti kutukan larasati. Aku melihat ia dipinggir desa."teriak seorang penduduk. Sayang baru saja ia bicara sebuah bola api datang menghantamnya dari kegelapan malam membuat nasibnya tak beda jauh dengan korban lainnya.
"pak lurah,apa pak lurah mendengarku?"teriak ki madrim membuyarkan lamunan paijo. Paijo pun tergagap dan mengangguk. Ki madrim lantas berpaling pada pemuda disamping pak lurah."kau berhasil menjalankan tugasmu anak muda?"tanya ki madrim membuat aryo,sang menantu pak lurah mukanya menjadi agak merah. Ia pun menggangguk dan menyodorkan sebuah bungkusan kain."aku berhasil ki. Ini benda yang aki minta. Semoga tidak salah."jawabnya sambil harap-harap cemas. ki madrim membuka bungkusan kain kafan itu lantas memeriksanya dengan seksama. Tak lama kemudian ia berkata."ini rambut perempuan itu kan nak aryo?" "benar ki."jawab aryo lantas melanjutkan."aku mengambilnya sesuai perintah aki. Berkat obat yang aki berikan membuat larasati tertidur sehingga aku dengan leluasa mengambil 7 rambut tengah kepala miliknya ki."jawabnya panjang lebar.
Ya,aryo memang disuruh oleh ki madrim untuk mengambil rambut larasati beberapa hari sebelumnya. "Kau harus mampu mengambil 7 rambut tengahnya larasati kalo mau kutukan di desa kaligangsa hilang. Karena letak kelemahan ilmu bethoro kolo milik nya ada ditengah rambutnya. Dan aku tahu kau punya hubungan khusus dengannya." papar ki madrim membuat muka aryo memerah.aryo memang punya hubungan khusus dengan larasati. Ketika ia mendengar bahwa temannya mati terkena teluh larasati maka ia bermaksud untuk menuntut balas. Pergilah ia ke pinggir desa dan terkejutlah ia ketika tahu bahwa wanita yang menyebabkan bencana didesa nya masih sangat cantik. Larasati sendiri yang memang lama menjanda tertarik juga pada aryo yang memang wajahnya menarik. Akhirnya mereka berdua pun menjalin cinta. Ketika ia dapat tugas dari ki madrim ia agak takut,Beruntung larasati yang memang punya hubungan khusus dengan aryo membuat tugasnya jadi mudah ditambah ramuan khusus dari ki madrim.
"ya sudah semua nya.mari kita ke tempat perempuan itu agar musibah yang melanda desa kalian bisa segera hilang. Mumpung ini malam jumat kliwon,malam kelemahan ilmu yang dimilikinya."teriak ki madrim keras membuat balai desa itu bergetar. Warga desa yang memang sudah marah dan dendam pada larasati segera saja menyambut ajakan itu. Teriakan bersahut-sahutan segera menggema di balai desa. Ada yang menyiapkan golok,parang dan juga kayu. Berduyun-duyun mereka segera menuju ke pinggir desa dipimpin oleh pak lurah dan ki madrim.
sang dewi malam nampak malu-malu menampakkan diri dibalik awan.sinarnya yang terang tak mampu membuat tentram hati seorang wanita yang sedang berdiri dipinggir sebuah rumah. larasati tahu ia membuat kesalahan yang mana berakibat fatal. ilmu yang dimiliki nya hilang karena sumber ilmunya sudah dicabut. tapi ia masih agak tenang karena ia masih memiliki sesuatu. perlahan-lahan dielusnya perutnya lantas berkata dalam hati.'"kau tahu nak,mereka hendak beramai-ramai membunuh ibumu seperti ketika mereka membunuh ayahmu. Padahal Ibu hanya membunuh mereka yang memang pantas dibunuh. Kini mereka datang untuk menghakimi seolah-olah mereka yang paling benar,padahal mereka sama busuknya dengan ibumu."perutnya bergetar membuat larasati tersenyum. Ketika ia menengadahkan kepalanya dilihatnya puluhan penduduk desa sudah mengepungnya dengan membawa obor membuat suasana jadi terang benderang.
Larasati tersenyum manis lantas berkata."aku tahu kalian tak menginginkan hal lain selain nyawaku. Tapi sebelum aku mati aku ingin melihat manusia pengecut yang menyebabkan semuanya ini."teriak nya keras pada penduduk desa membuat gentar hati beberapa penduduk. Satu dua penduduk yang nyalinya ciut segera saja kabur lalu meringkuk dibawah selimut sambil ketakutan. Paijo memerah muka nya lantas segera maju ke depan. "kau harus membayar kejahatanmu terhadap warga desa dengan nyawamu larasati."teriaknya keras. Larasati tersenyum sinis lantas menjawab."begitu,bagaimana dengan kejahatanmu memfitnah suamiku hingga ia mati karena hasutanmu." "aku tidak menghasut. Buktinya begitu trisno mati maka wabah penyakit sampar langsung hilang."tangkis paijo membuat larasati murka. Beruntung ki madrim segera menengahi.
"sudahlah larasati,aku tahu suamimu mati karena konflik dengan pak lurah. Tapi tak seharusnya kau menurunkan tangan kejam membunuh penduduk secara membabi buta."kata ki madrim berwibawa. Larasati terdiam sesaat. Melihat larasati terdiam ki madrim segera melanjutkan."kau tahu aku hanya melakukan pekerjaanku larasati. Aku tak punya urusan pribadi denganmu. Kuharap kau maklum." "aku mengerti kakek tua. Tenang saja,arwahku tak akan menuntut balas kepadamu."jawabnya membuat beberapa penduduk desa ketakutan,bahkan beberapa diantara nya langsung kabur dengan terkencing-kencing. Larasati lantas mengedarkan pandangannya lalu berkata pada paijo."aku tak melihat menantumu paijo. Rupanya ia pengecut yang tak berani menghadapi orang yang biasa diajak nya bermain cinta." "aryo bukan pengecut larasati. Ia sudah berhasil menjebakmu hingga kau terlena dan kau kalah."teriak pak lurah puas."begitukah,aku memang terlena paijo tapi ia juga sama suka denganku. Kau tahu,mulai saat ini ia tak akan mendapatkan kepuasan dari wanita manapun karena hanya aku yang mampu membuatnya puas,haha...."habis berkata larasati tertawa puas.
Setelah itu ia mengedarkan pandangannya pada penduduk desa."kalian ingin nyawaku,majulah jika kalian berani."teriaknya keras pada penduduk desa yang mengepungnya. Para penduduk desa tak ada berani maju,bahkan parman yang kedua kakaknya jadi korban ketika di dorong maju oleh temannya malah dengkulnya gemetaran tak mau maju. Larasati tertawa lantas berkata pada ki madrim."kau lihat ki,semua warga desa adalah penakut bahkan termasuk juga orang yang mengundangmu itu."teriaknya keras sambil menunjuk pada pak lurah.jantung paijo bergetar keras tapi ia pun tak mau maju juga. Akhirnya ki madrim maju lantas berkata."kurasa sudah waktunya tiba hukumanmu larasati. Majulah mendekat supaya kematianmu cepat dan tak menyakitkan." larasati menurut lantas maju ke hadapan ki madrim. Ia segera menundukkan kepala nya pasrah menerima hukuman."lakukanlah tugasmu aki sebelum aku berubah pikiran terhadapmu."kata larasati. Tangan kanannya berubah menghitam. dengan perlahan-lahan diusapnya perutnya. Balaskanlah dendam ibumu ini nak,pada warga desa,orang yang menyebabkan ini semua dan juga pada orang yang membunuh ibumu.bisiknya dalam hati. Perlahan-lahan sinar hitam ditangannya pudar pindah ke dalam perutnya.
Hal ini luput dari perhatian ki madrim karena ia sendiri sedang memejamkan mata merapal mantra. Setelah selesai membaca mantra segera dihunusnya golok yang dibawa nya lantas tanpa ampun kepala larasati dipenggal. Kepalanya segera ditangkap ki madrim sementara dari leher yang putus nampak darah tumpah berhamburan yang sebagian memercik kepada ki madrim. Ki madrim mengernyitkan dahi ketika melihat tubuh larasati diam tak kelojotan yang nampak pada orang yang sedang sekarat. Apa yang sedang kau rencanakan larasati,desis ki madrim cemas dalam hati tapi di mulut ia tersenyum lantas berkata pada paijo."kuburkanlah ia sebagaimana mestinya agar arwahnya tak gentayangan pak lurah. Kurasa tugasku sudah selesai sampai disini." kata lantas segera menyerahkan kepala larasati pada paijo.
desa kaligangsa pun kembali tenang ketika larasati akhirnya mati. Paijo sendiri akhirnya mengundurkan diri sebagai lurah setelah ia di depan warga mengaku bahwa ia dulu yang menghasut warga untuk membunuh trisno. Aryo sendiri menghilang sejak kejadian itu dan warga pun akhirnya bisa beraktifitas kembali seperti biasa. Larasati sendiri akhirnya di kuburkan di kuburan krapyak di desa kaligangsa.
kuburan krapyak malam itu tampak mencekam. Apalagi malam itu adalah malam jumat kliwon dan juga ada seorang yang ditakuti yang dikuburkan disana. Sayang malam itu tak ada warga desa yang melihat bahwa kuburan orang yang mereka takuti nampak aneh. Kabut hitam berlahan-lahan turun disekitar makam larasati tak lama kemudian makamnya pun bergetar. Sepasang tangan putih nampak keluar dari makamnya. "tunggulah pembalasanku paijo."desisnya sambil menatap langit membuat sang dewi malam bersembunyi ketakutan dibalik awan.
Senin, 05 Oktober 2015
sejarah
perbedaan peradaban dan prasejarah
perbedaan peradaban dan prasejarah
manusia itu mengalami evolusi sehingga melahirnya beberapa peradaban.
Kita dapat memulai membahasnya dari peradaban atau zaman sebelum manusia
mengenal tulisan sampai manuisa mengenal tulisan
Zaman sebelum manusia mengenal tulisan atau zaman prasejarah atau zaman
nirleka (nir: tidak ada; leka:tullisan) adalah zaman dimana belum
digunakannya tulisan sebagai bahasa oleh orang-orang primitive. Zaman
prasejarah dapat dikatakan diawali sejak terbentuknya alam semesta, tapi
umumnya zaman prasejarah dikaitkan dengan...
Langganan:
Komentar (Atom)